JAKARTA, KOMPAS.com " Dewan Pers menyatakan kekecewaan atas rendahnya tuntutan terhadap terdakwa dalam perkara pembunuhan wartawan Sun TV, Ridwan Salamun, di Tual, Maluku. Tiga terdakwa hanya dituntut 8 bulan penjara. Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Pers Prof Bagir Manan sebagaimana diteruskan anggota Dewan Pers Uni Lubis di akun Twittermiliknya, Jumat (18/2/2011). "Semestinya perbuatan terhadap Ridwan Salamun yang menyebabkan kematiannya adalah hal yang sangat serius. Apalagi, wartawan sedang menjalankan tugas jurnalistik," demikian pernyataan Bagir Manan tersebut. You may not consider everything you just read to be crucial information about mobil keluarga ideal terbaik indonesia. But don't be surprised if you find yourself recalling and using this very information in the next few days.
Dalam kasus tersebut, Dewan Pers menilai pasal yang dikenakan jaksa belum maksimal. Menurut Dewan Pers, semestinya kasus ini menggunakan Pasal 338 KUHP yang hukuman makismalnya 18 tahun penjara, atau Pasal 170 KUHP dengan maksimal penjara 12 tahun. "Dewan Pers mendesak jaksa agar mengenakan tuntutan yang lebih maksimal atas terbunuhnya Ridwan Salamun. Hakim juga diharapkan lebih arif," lanjut pernyataan tersebut. Hal itu karena pembunuhan tersebut adalah sebuah kekejian sehingga harus ditangani serius. Menurut Uni Lubis, Prof Bagir Manan menyampaikan pernyataan tersebut dalam Rapat Pleno Dewan Pers yang digelar pada Jumat siang di Kantor Dewan Pers, Jakarta. Dewan Pers juga telah menyampaikan hal tersebut kepada Jaksa Agung Basrief Arief, dan Jaksa Agung telah berjanji memeriksa tuntutan JPU dalam kasus tersebut. Kontributor Sun TV, Ridwan Salamun, meninggal dunia akibat dikeroyok massa yang sedang bertikai di Tual, Maluku Tenggara, Sabtu (21/8/2010) pagi. Ridwan sedang meliput dua kelompok yang bertikai, dan dia terjebak berada di tengah-tengah massa. Salah satu kelompok penyerang mengeroyoknya. Ridwan mengalami luka bacok pada leher dan punggungnya.
Dalam kasus tersebut, Dewan Pers menilai pasal yang dikenakan jaksa belum maksimal. Menurut Dewan Pers, semestinya kasus ini menggunakan Pasal 338 KUHP yang hukuman makismalnya 18 tahun penjara, atau Pasal 170 KUHP dengan maksimal penjara 12 tahun. "Dewan Pers mendesak jaksa agar mengenakan tuntutan yang lebih maksimal atas terbunuhnya Ridwan Salamun. Hakim juga diharapkan lebih arif," lanjut pernyataan tersebut. Hal itu karena pembunuhan tersebut adalah sebuah kekejian sehingga harus ditangani serius. Menurut Uni Lubis, Prof Bagir Manan menyampaikan pernyataan tersebut dalam Rapat Pleno Dewan Pers yang digelar pada Jumat siang di Kantor Dewan Pers, Jakarta. Dewan Pers juga telah menyampaikan hal tersebut kepada Jaksa Agung Basrief Arief, dan Jaksa Agung telah berjanji memeriksa tuntutan JPU dalam kasus tersebut. Kontributor Sun TV, Ridwan Salamun, meninggal dunia akibat dikeroyok massa yang sedang bertikai di Tual, Maluku Tenggara, Sabtu (21/8/2010) pagi. Ridwan sedang meliput dua kelompok yang bertikai, dan dia terjebak berada di tengah-tengah massa. Salah satu kelompok penyerang mengeroyoknya. Ridwan mengalami luka bacok pada leher dan punggungnya.
No comments:
Post a Comment